Risiko Tepat Waktu, Selalu Ketemu Ruangan Kosong


Saya memang membiasakan untuk selalu tepat waktu. Ngajar tepat waktu. Bila perlu lebih awal. Diundang tepat waktu. Diminta narasumber tepat waktu. Semaksimal mungkin tepat waktu. Kecuali ada hal yang tak bisa dihindarkan, barulah sedikit telat. Itulah saya, hehehe..

Kemarin (31/10/2017), saya diundang sebuah lembaga penggiat demokrasi. Namanya Pokja Rumah Demokrasi. Awalnya diundang by phone oleh inisiatornya Faisal Reza.
“Kiyai, apakah esok ada waktu,” kata Faisal. Tak tahu kenapa kawan satu ini selalu memanggil saya kiyai. Padahal, sangat jauh dari tampang kiyai. Mungkin karena aktif di UNU Kalbar, di situlah mungkin ia selalu memanggil dengan kiyai. Orang NU dipanggil kiyai, hal lumrah.
Kebetulan hari ini (1/11/2017), dari pagi sampai siang, jadwal kosong. Dari siang sampai sore ada jadwal ngajar. Karena, kosong ia menawarkan untuk menjadi narasumber dalam acara FGD Tantangan Pembangunan Kalbar di Hotel Orcharzd Gajah Mada. Dalam undangan tertera pukul 08.30 WIB sampai selesai. Saya pun diminta membuat paper atau makalah.

Ok, tak ada masalah. Tiba waktunya untuk menghadiri FGD. Dari rumah saya berangkat pukul 08.00. Dikirakan setengah jam tiba di hotel. Kalau jam segitu, jalanan di Pontianak biasanya lancar. Tapi, kalau jam tujuh, macetnya luar biasa. Memang benar, jalanan agak lengang. Perjalanan lancar. Tidak sampai setengah jam sudah tiba di hotel terbilang mewah itu.

Acara di lantai dua hotel. Saya pun bergegas naik lift. Begitu tiba di ruangan tempat acara, langsung disambut panitia. Giliran ngisi daftar hadir. Kaget, rupanya masih kosong. Tandanya saya orang pertama. Lalu, kemana yang lain. Ternyata belum hadir.

Usai tanda tangan, diarahkan masuk ke ruangan. Hanya ada tiga panitia. Selebihnya kursi kosong. Padahal saya datang tepat waktu. Inilah risiko tepat waktu, selalu ketemu ruangan kosong. Tradisi tepat waktu memang masih sangat jauh untuk diamalkan. Padahal, dengan tepat waktu, acara cepat dimulai. Agenda di luar itu bisa tercover dengan baik. Ya, mau diapakan. Terpaksa saya harus menunggu sampai semua hadir. Sampai pukul 09.10 saat tulisan ini dibuat, acara juga belum dimulai. Pasrah lihat mental orang kita. *

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Menangkap Kejadian - Memberi Makna Hidup

0 Response to "Risiko Tepat Waktu, Selalu Ketemu Ruangan Kosong"

Post a Comment