Program 50 Doktor dari Kabupaten Sambas, Luar Biasa



Baru kali ini saya acungkan jempol buat Pemerintah Kabupaten Sambas. Bukan karena Sambas daerah kelahiran. Tapi, karena perhatian pada dunia pendidikan terbilang hebat. Salah satu bukti nyata, kabupaten yang berada di perbatasan RI-Malaysia ini memberikan beasiswa program doktoral untuk 50 orang. Luar biasa. Iri rasanya.

“Untuk 10 orang sudah menjadi doctor. Sementara 40 orang lagi, sedang menyelesaikan program doctornya. Kebanyakan memang di Pulau Jawa. Ada juga di Makassar Sulawesi Selatan. Dikirakan tahun depan, kita sudah memiliki 50 orang doktor,” kata Rektor Institut Agama Islam Swasta (IAIS) Sultan Muhammad Tsafiuddin Sambas, Dr Djamiat A Kadol, saat melakukan MoU dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar di Rumah Dinas Sekda Kalbar, Jumat (3/11/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.
Penandatanganan MoU oleh Rektor IAIS Sambas

Di bagian ini saya sangat tertarik. Mungkin karena saya belum doktor kali. Tertariknya karena betapa Pemkab Sambas sangat serius meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Banyak orang ingin meraih gelar doktor. Termasuklah saya. Namun, kebanyakan terbatas soal keuangan. Untuk mengikuti program doktoral, memang dibutuhkan biaya tidak sedikit. Itu kalau mengandalkan dana pribadi. Kecuali, ada beasiswa, tentu itu yang sangat diharapkan.

Lima tahun belakangan, ada geliat luar biasa di daerah paling utara Kalbar itu di bidang pendidikan. Tak hanya berdiri IAIS Sambas, juga telah berdiri Politeknik Negeri Sambas. Salah satu ukuran kemajuan daerah, salah satunya berdirinya perguruan tinggi. Bila ada daerah, tidak ada perguruan tingginya, bisa dikatakan daerah itu belum maju. Kenapa? Karena, perguruan tinggi mesin pencetak SDM andal. Coba bayangkan, bila di suatu daerah tidak ada perguruan tingginya, berarti minim SDM. Sementara SDM faktor utama untuk memajukan suatu daerah.

Kembali soal program doktoral, saya memang belum dapat informasi di daerah lain, apakah ada memiliki program serupa. Saya pernah dengar di Kabupaten Landak, ada program sarjana di sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa. Tapi, untuk S1, untuk S3 saya belum dengar. Baru dapat informasi dari Sambas saja yang terbilang sukses men-doktor-kan para dosen. Jadi iri. Ingin juga mendapatkan beasiswa tersebut.
Naskah kerja sama sudah ditandatangani UNU Kalbar dan IAIS Sambas

Informasi dari Djamiat, mantan Sekda Sambas itu, bagi dosen yang sudah menyelesaikan doktornya, wajib kembali ke kampusnya (IAIS). Di sini mereka harus mengabdi untuk transfer ilmu pada juniornya. Dengan begitu, IAIS Sambas tidak kesulitan lagi soal dosen. “Kalau kita menggunakan dosen dari luar, kadang mereka tidak betah. Tapi, kalau dosen-nya dari alumni kita sendiri, pasti betah. Itu salah satu alasan kita men-doktor-kan dosen asli dari alumni kita sendiri,” jelas Djamiat.

Sangat menarik. Tanda begitu besarnya Pemkab Sambas meningkatkan kualitas SDM. Kalau program ini terus berlanjut, bisa ratusan doktor lahir dari negeri yang terkenal dengan bubur paddasnya. Setelah program doktor sukses, saya bisa pastikan akan lahir banyak guru besar (profesor). Dalam lima tahun ke depan, saya bisa pastikan akan ada sejumlah profesor muncul dari Sambas. Amiin.





SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Menangkap Kejadian - Memberi Makna Hidup

0 Response to "Program 50 Doktor dari Kabupaten Sambas, Luar Biasa"

Post a Comment