Di Tengah Dominasi Karol dan Sutarmidj, Tampil Milton Crosby Mengejutkan Banyak Pihak

Karolin Margret Natasa alias Karol selalu unggul di survei, sudah biasa. Begitu juga dengan Sutarmidji alias Bang Midji. Dua nama ini seperti kejar-mengejar dalam survei. Kalau Karol tak di atas, ya Bang Midji. Seolah-olah yang bakal bertarung sengit di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 27 Juni 2018, hanya mereka berdua.

Di tengah dominasi dua nama tersebut, tiba-tiba muncul sosok Milton Crosby (MC). Semua pada kaget. Padahal, selama ini nama MC jarang terekspos. Tidak sering. Tidak sesering Karol dan Bang Midji. Kalaupun muncul, ya sekali-sekali saja. Mantan Bupati Sintang dua periode ini muncul di saat orang ramai membicarakan keunggulan Karol atas lawan-lawannya.

Ada dua yang mengagetkan banyak pihak terkait MC. Pertama, MC muncul setelah Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil surveinya. Hasil survei LKPI mengejutkan semua pihak. MC justru jadi pemenangnya. Bukan Karol. Bukan juga Bang Midji. Tentu berbanding terbalik dengan hasil survei Cirus yang beberapa waktu lalu merilis hasilnya di Pontianak. Survei Cirus, Karol sangat mendominasi di segala sisi. Bang Midji selalu membayangi. Justru nama MC sangat jauh tertinggal. Di Survei LKPI justru MC yang mendominasi. Sementara Karol justru anjlok. Antara LKPI dan Cirus beda hasil. Lembaga mana yang patut dijadikan acuan. Saya serahkan pada pembaca saja menilainya.

Survei adalah kegiatan ilmiah. Yang namanya ilmiah, berarti metodenya ilmiah juga, terukur, terverifikasi, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hasilnya, A. Walau pun ada lembaga lain melakukan survei dengan objek yang sama, hasilnya pasti A. Nah, kalau hasilnya berbeda,bisa dipastikan ada lembaga yang menyalahi prosedur metode survei yang sangat ilmiah itu. Manakah yang menyalahi prosedur, apakah Cirus atau LKPI. Kalau ditanya pada dua lembaga itu, jawabannya pasti dijalankan sesuai prosedur ilmiah.  So, kita dihadapkan pada ketidakpastian jadinya. Kalau memang tidak pasti, untuk apa ada survei? Pada akhirnya, kita harus menunggu hasil Pilgub itu sendiri. Karol unggul di survei Cirus, belum pasti. MC unggul di LKPI, belum pasti. Ya, memang belum pasti. Tapi, survei bila dilakukan secara benar berdasarkan kaidah metodologi survei itu sendiri, tanpa ada pesanan, biasanya hasil tidak jauh berbeda dengan hasil Pilkada. Itu kalau benar.

Masih ingat survei baru pertama kali diperkenalkan Syaiful Murjani pada Pemilu 2014. Di mana hasil surveinya tidak meleset dari hasil Pemilu itu sendiri. Namun, belakangan justru banyak hasil survei berbeda dengan hasil Pilkada. Sebagai contoh, Pilkada DKI, di mana Ahok selalu unggul, begitu hasilnya malah dikalahkan oleh Anies Baswedan. Banyak lagi contoh, di mana survei justru memperlihatkan hasil yang berbeda. Wajar bila muncul image, lembaga survei pesanan. Siapa yang pesan, dialah pemenangnya.

Terkait kemcunculan MC yang unggul di LKPI, banyak meragukan hasilnya. Kalau saya sih, terlepas percaya atau tidak, LKPI pasti punya argumentasi untuk menjawabnya. Begitu juga Cirus, pasti menjawab dengan bahasa ilmiah bila dituding surveinya, pesanan. Paling tidak, kemunculan MC mengejutkan banyak pihak. Ia juga unggul dalam survei lho, walaupun beda lembaga survei.

Terus kedua, kemunculan MC yang mengejutkan. Bereda foto beliau bersama Prabowo Subianto pentolan Partai Gerindra di WA. Ada beberapa kali kawan men-share foto MC dengan Prabowo. Saya tidak tahu apa maksudnya kawan mengirimkan foto tersebut. Sebab, tidak ada penjelasan. Namun, saya mencoba menganalisis. MC ke Prabowo mengindikasikan bahwa MC ingin diusung Gerindra. Padahal, sebulan yang lalu, Ketua Umum PDIP Kalbar Drs Cornelis MH juga foto bareng dengan Prabowo. Publik menterjemahkan, Cornelis meminta Gerindra bisa menyediakan perahu untuk Karol. Rumorpun beredar luas bahwa Karol akan diusung Gerindra.

Sekarang, tiba-tiba MC malah foto bareng dengan Prabowo, sama seperti yang dilakukan Cornelis sebelumnya. Lantas, siapa sebenarnya yang akan ditumpangi Gerindra? Apakah Karol atau MC. Sepertinya Prabowo yang tahulah. Sabar ya.! Kalaupun Gerindra usung MC, apakah sudah cukup kursinya? Jelas belum cukup. Gerindra hanya memiliki tujuh kursi di DPRD Kalbar. Untuk bisa mengusung kandidat gubernur, mesti memiliki 13 kursi.

Diam-diam MC sudah memilih siapa yang cocok mendampinginya. Dialah Boyman Harun, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kalbar. Jadilah pasangan Milton-Boyman. Berapa kursi PAN di DPRD Kalbar? Jumlahnya enam kursi. Berarti bila ditambahkan dengan Gerindra (7) dan PAN (3), 13 kursi. Cukup untuk mengusung Milton-Boyman.

Begitulah dunia politik. Selalu ada kejutan. Kemunculan MC membuat konfigurasi politik berubah. Kekuatannya patut diperhitungkan. MC memiliki basis kuat di seputaran Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Sanggau. Namanya sangat terkenal, karena beliaulah orang terdepan memperjuangkan Provinsi Kapuas Raya. Sementara Boyman Harun, ia mantan Wakil Bupati Ketapang dan sekarang orang nomor satu di PAN Kalbar. Ia jelas memiliki pengaruh cukup besar karena memiliki jaringan partai dari kota sampai ke desa. Satu di timur, satunya lagi di selatan.


Namun, kita harus sabar dalam beberapa hari ke depan. Kita hanya bisa memperkirakan, menganalisis, tapi tidak bisa memastikan. Penentu keputusan ada di tangan Prabowo dan Zulkifli Hasan. Bisa saja Gerindra dan PAN usung Milton-Boyman. Namun, bisa juga sebaliknya mendukung figur lain. Ya, sekali lagi kita harus bersabar. *

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Menangkap Kejadian - Memberi Makna Hidup

0 Response to "Di Tengah Dominasi Karol dan Sutarmidj, Tampil Milton Crosby Mengejutkan Banyak Pihak"

Post a Comment