Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil, Bagaimana dengan Sutarmidji


Melihat foto Setya Novanto (mantan Ketuam Golkar) saat menyerahkan dukungan resmi ke Ridwan Kamil (Walikota Bandung), begitu mesranya. Penuh tawa dan penuh kekeluargaan. Sekarang tawa itu hilang. Seiring Setya Novanto (Setnov) dipenjara oleh KPK. Sudah dipenjara, posisinya sebagai Ketum pun dicabut, dan diganti oleh Airlangga. Yang tersisa, jabatan Ketua DPR RI. Tapi, tampaknya benar lagi juga dicabut.

Kisah tragis Setnov yang penuh drama itu, berimbas besar pada dukungan yang pernah dikeluarkan beliau semasa jadi Ketum Golkar. Salah satu buktinya, dukungan Golkar untuk Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat, dicabut. Tandanya, Golkar tidak lagi mendukung sang Walikota Bandung itu. Semua pada kaget. Kok bisa, dukungan sudah diberikan, seenaknya dicabut karena Ketum diganti. Ya, jelas bisa dong. Surat dukungan atau rekomendasi itukan belum didaftarkan ke KPU. Sebelum didaftarkan ke KPU, apa saja bisa terjadi. Yah, namanya juga politik, penuh dinamika dan penuh sensasi.

Dukungan Golkar untuk Ridwan Kamil telah dicabut. Lantas, bagaimana dengan dukungan pada calon yang lain. Salah satunya dukungan Golkar untuk H Sutarmidji pada Pilgub Kalbar 27 Juni 2018? Bagi publik Kalbar terutama pendukung Bang Midji pasti merasa was-was. Khawatir dukungan pohon beringin untuk Walikota Pontianak itu juga dicabut. Seandainya dicabut, bisa berabe. Terpaksa tim Bang Midji harus menyiapkan Plan B atau rencana alaternatif. Mereka harus berpikir ulang dan bekerja dari nol lagi untuk mencukupkan menjadi 13 kursi (syarat minimal untuk bisa mencalonkan gubernur).


Santer di media, Sutarmidji berpasangan dengan H Ria Norsan diusung Golkar, Nasdem, dan PKS. Bila komposisi ini benar, Golkar 9 kursi, Nasdem 5 kursi, dan PKS 2 kursi. Total 16 kursi. Sudah melewati syarat minimal. Seandainya Golkar cabut dukungan, tersisa 7 kursi. Wah, harus kerja berat buat tim sukses Bang Midji untuk mencukupkan menjadi 13. Itu bila DPP Golkar yang dinakhodai Airlangga mencabut dukungan.

Namun, prediksi saya agak berat bagi Golkar mencabut dukungan buat Bang Midji. Kondisi Jabar dengan Kalbar jelas beda. Dari awal proses penetapan Ridwan Kamil oleh Golkar sudah bermasalah. DPD Golkar Jabar yang diketuai Dedi Mulyadi memang tidak merekomendasikan Ridwan Kamil menjadi calon gubernur. Tiba-tiba DPP Golkar mengeluarkan rekomendasi untuk Ridwan Kamil. Para pengurus DPD Golkar Jabar jelas kecewa. Jelas kecewa. Ridwan bukan kader Golkar. Calon pasangannya juga bukan dari Golkar. Golkar hanya kebagian dukungan saja. Cuma, mereka tidak berdaya. Atau marah tak belawan. Ketika Setnov dipecat, barulah marahnya belawan. Hasilnya, dukungan untuk Ridwan Kamil dicabut.

Sementara untuk Kalbar sendiri. Walaupun Setnov tidak ada foto bersama dengan Bang Midji saat penyerahan SK, dukungan Golkar saya perkirakan tidak akan berubah. Alasannya, Bang Midji memiliki elektabilitas cukup tinggi. Lalu, pasangan beliau adalah Ketum DPD Partai Golkar Kalbar, Ria Norsan. Selain itu, tidak ada konflik saat merekomendasikan Bang Midji sebagai calon gubernur di internal Golkar. Semua berjalan lancar. Lagian, kalaupun dukungan dicabut, Golkar mau dukung siapa lagi? Hehehe…saya kali ya. Ah..ngaco.


Untuk sementara sepertinya posisi Bang Mijdi, aman. Tidak tahulah kondisi internal Golkar itu sendiri. Namun, dalam dunia politik selalu ada kejutan. Penuh dinamika. Apapun keputusan bisa berubah dalam hitungan menit. Dukungan bisa berubah sebelum didaftarkan ke KPU. So, mau tidak mau kita tetap harus menunggu, drama apa lagi yang dimainkan para politisi di negeri ini. *

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Menangkap Kejadian - Memberi Makna Hidup

0 Response to "Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil, Bagaimana dengan Sutarmidji"

Post a Comment