Membaca Arah Angin, PDIP Belum Umumkan Kandidat Gubernur Kalbar, Kenapa?


Sebelum digelarnya Rakernas PDIP di ICE BSD Kabupaten Tangerang, saya bertanya pada Wakil Ketua PDIP Kalbar, M. Jimi, siapa kandidat Gubernur Kalbar yang akan diusung. Jelas beliau tidak memberikan jawaban, karena memang bukan kapasistasnya. “Paling tidak sedikit bocorannya, Bang,” pinta saya.
“Tunggu saja tanggal 16, ente orang pertama yang akan saya beritahu,” jawab Jimi yang juga Ketua Fraksi PDIP Kalbar.

Senang juga mendapatkan kabar tersebut. Saya dijadikan orang pertama yang akan mendapatkan informasi mengenai siapa yang akan diusung partai berlambang moncong putih. Masa yang ditunggu pun tiba. Rakernas PDIP yang diikuti oleh seluruh PDIP se-Indonesia pun digelar. Sayapun siap-siap menunggu kiriman WA dari Bang Jimi. “Kok belum ada ya. Padahal, calon dari provinsi lain sudah diumumkan. Kalbar yang belum ada,” tanya saya dalam hati.

Di dalam berita online diumumkan empat calon gubernur dari PDIP, yakni Riau, Sulawesi Tenggara, NTT, dan Maluku. Sementara Kalbar yang sangat saya tunggu, justru tak disinggung. “Ada apa, ya?” Saya mencoba mencari tahu. Mau bertanya dengan Bang Jimi, jawabannya pasti karena bukan kapasitasnya. Dapat info, untuk Kalbar dan Jawa Tengah akan diumumkan awal tahun baru. Bila ini benar, ya terpaksa harus menunggu lagi. Cuma, kenapa belum diumumkan. Tetap saja muncul pertanyaan demikian.


Heriadi SE, Wakil Bupati Landak yang ikut dalam Rakernas, mengirimi saya beberapa foto. Tentunya foto beliau saat mengikuti Rakernas. Bahkan, ia sempat berfoto dengan Megawati dan Hasto. Sebagai bukti bahwa beliau benar-benar hadir dalam pertemuan akbar PDIP itu. Usai ia kirim foto, saya bertanya, kenapa Ketua Umum PDIP Kalbar, Drs Cornelis MH tidak kelihatan. Beliau menjawab, Cornelis yang juga Gubernur Kalbar, tidak bisa hadir karena harus melantik Walikota dan Wakil Walikota Singkawang. Benar juga alasannya. Tapi, tetap saja saya bertanya-tanya, pasti ada sesuatu kenapa sampai Cornelis tidak hadir di Rakernas. Bahkan, Sekretaris PDIP Kalbar, Kebing juga tidak hadir. Kalaupun alasan ingin melantik Walikota Singkawang, paling tidak hadir di acara pembukaan. Kok jadi kepo ya…

Ketidakhadiran Cornelis seperti menguatkan rumor yang berkembang selama ini. Beliau diisukan akan keluar dari PDIP bila Karolin Margret Natasa alias Karol tidak diusung oleh partainya sendiri. Malah diberitakan banyak media, Karol diusung Gerindra, Demokrat dan PKPI. Bahkan, Karol juga sudah ada pasangan tetapnya, Suryadman Gidot yang juga Ketua Partai Demokrat Kalbar. Sedangkan PDIP yang ditunggu-tunggu akan mengumumkan siapa yang diusung usai Rakernas, justru masih menunda. Ada apa ya?

Saat Hasto (Sekjend PDIP) berkunjung ke Kalbar beberapa waktu lalu, ia menegaskan PDIP dipastikan mengusung kader terbaiknya. Siapa kader terbaik PDIP Kalbar. Hanya ada dua kader yang  mendaftar sebagai calon gubernur, Karol dan Lasarus. Pastilah jawabannya antara Karol (Bupati Landak) dan Lasarus (anggota DPR RI). Nah, apakah Karol atau Lasarus, inilah jawabanya sangat ditunggu oleh publik Kalbar. Eeh…ditunda pula. Sabar…sabar…bang.

Saya tidak bisa membayangkan, apabila DPP PDIP mengumumkan Lasarus yang diusung sebagai calon, bukan Karol. Rumor yang berkembang sekaligus menemukan jawabannya. Untuk PDIP sendiri jelas tetap mantap mengusung kader terbaiknya, Lasarus. Tanpa koalisi, cukup melenggang sendiri tetap bisa maju. Yang menjadi masalah, bagaimana dengan posisi Karol dan Cornelis di PDIP? Kebiasaan PDIP, siapa saja kader atau jajaran pengurus partai tidak tunduk dengan keputusan DPP, akan dikeluarkan. Bahasa kasarnya, dipecat. Sudah pasti Karol akan dikeluarkan dari PDIP. Lalu, bagaimana dengan Cornelis? Beliau tetap berada sebagai Ketum PDIP Kalbar dengan catatan ikut terlibat aktif mengkampanyekan Lasarus. Sebaliknya, justru aktif mengkampanyekan Karol yang diusung Gerindra, Demokrat dan PKPI, sanksi partai sudah menunggu, dikeluarkan. Hati nurasi siapapun, ayah tetap membela anaknya.

Sebaliknya, bila PDIP mengusung Karol. Ya, wes tidak ada masalah. Posisi Karol pun semakin mantap dan kuat. Bahkan, menjadi kandidat Gubernur Kalbar terkuat yang sulit untuk dikalahkan oleh kandidat lain. Rumor tinggal rumor. Tapi, tetap saja publik menunggu, apakah PDIP mengusung Karol atau Lasarus. Akibat penundaan pengumuman, rumor juga semakin kencang bertiup. Bukan hanya di internal PDIP, orang-orang dari luar juga ingin cepat tahu, siapa sebenarnya calon dari PDIP. Sepanjang DPP PDIP belum memberikan jawaban, semua jawaban hanya rumor. Ingat hanya rumor. Mau tidak mau agar tidak muncul lagi rumor, ya harus menunggu jawaban DPP PDIP itu sendiri. Sing sabar ya…!



SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Menangkap Kejadian - Memberi Makna Hidup

0 Response to "Membaca Arah Angin, PDIP Belum Umumkan Kandidat Gubernur Kalbar, Kenapa?"

Post a Comment