Ibukota Kalimantan Barat Pindah ke Ambawang?

Jalan Transkalimantan yang melewati kawasan Sungai Ambawang yang memiliki lahan luas. Foto Rmol. 
Ibukota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pindah ke Sungai Ambawang. Hanya untuk judul tulisan ini. Kenyataannya, jauh panggang dari api. Alias hanya merampot.

“Ah, yang benar bang?” tanya jurnalis junior.
“Hanya ucapan spontan saja. Ngikutin trend jak,” kata saya.
“Kirain benar ade ide Bang Midji maok mindahkan ibukota juga.”
“Tadak, cume omongan kite jak.”

Pindah ibukota memang lagi trending topic. Jakarta pindah ke Kutai Kertanegara-Penajam Paser Utara Kaltim. Sudah positif ini. Presiden yang putuskan. Tinggal menunggu regulasi dan persetujuan Dewan. Akhir 2020, proses pindah ibukota akan dimulai. Tahun 2024 Presiden sudah ngantor di tanah Kalimantan.

Cerita pindah ibukota negara ini menginspirasi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Ia berwacana ingin memindahkan Bandung sebagai ibukota ke daerah lain. Tentu masih di wilayah Jawa Barat. Alasan pindah, Bandung itu mirip-mirip Jakarta juga. Padat, macet, dan sumpek. Sontak, wacana tersebut juga menjadi sorotan.

Lantas, bagaimana dengan Kalbar? Apakah mau mindahkan ibukotanya dari Pontianak ke daerah lain? Dari kampanye sampai sekarang, belum ada sepatah kata dari Gubernur Kalbar, H Sutarmidji mau mindahkan ibukota. Artinya, belum ada niat Bang Midji. Tandanya, di bawah kepemimpinan beliau, Pontianak tetap ibukota Kalbar. Cuma, belum tahu ke depannya. Apakah beliau juga ikut trend.

Ternyata, cerita memindahkan ibukota ini justru sudah ada di era Gubernur Cornelis. Ia ingin memindahkan Pontianak ke Sungai Ambawang. Sangat santer ketika itu. Tak hanya ibukota, kompleks olahraga juga mau dipindahkan ke Ambawang.

Kalau kalian ke Kantor Gubernur Kalbar, pas di depan pintu masuk Balai Petitih ada siteplan Kompleks Olahraga. Semua cabang olahraga dibangunkan gedung. Ada stadion sepakbola, bulutangkis, kolam renang, dan sebagainya. Banyaknya gedung olahraga yang mau dibangun tentu membutuhkan tanah ribuan hektare. Kota Pontianak jelas tak punya lahan sebanyak itu. Ambawang memang sangat pas untuk rencana ambisius Cornelis itu.

Itu baru kompleks olahraga. Belum lagi pusat pemerintahan Kalbar. Jelas membutuhkan tanah luas juga. Sayang, siteplan pusat pemerintahan Kalbar tak saya ketemukan. Apakah memang belum dibuat atau dirahasiakan, saya tak tahu. Isu Cornelis memindahkan ibukota sempat santer jauh sebelum Jokowi mau mindahkan ibukota negara. Sayang, sampai berakhir masa jabatannya dua periode, cerita pindah ibukota hilang begitu saja.  Hanya tinggal cerita. Walaupun tinggal cerita, wacana untuk memindahkan ibukota Kalbar pernah ada. Kapan? Di masa Cornelis jadi Gubernur.

Mungkinkah Kalbar pindahkan ibukota? Sangat mungkin. Kota Pontianak wilayahnya  semakin terbatas. Penduduknya padat. Kepadatan mulai terasa. Pembangunan perumahan seperti tak berhenti. Pada akhirnya nanti, tak ada lagi tanah kosong. Pontianak menjadi pusat urbanisasi.

Dengan kondisi Pontianak seperti itu, tak ada salahnya memindahkan ibukota provinsi. Dengan pindah ibukota bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dan  pemerataan penduduk. Banyak efek positifnya. Tak ada dirugikan. Yang diuntungkan justru banyak.

Di masa Bang Midji, mungkin ide memindahkan ibukota nihil. Dianggap angin lalu. Namun, bagaimana di masa gubernur berikutnya seiring Pontianak semakin berat bebannya. Kemungkinan itu ada. Apalagi referensi pindah ibukota sudah ada. Tentu wacana pindah ibukota terus menggelinding. Tak mustahil trend pindah ibukota menjadi visi misi gubernur berikutnya dalam kampanye.

Namanya juga trend guys. Bisa diikuti. Tentu bisa juga tidak. Anggap saja cerita seru sambil ngopi di pagi hari. Selamat menikmati hidup yang lebih baik. *

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Menangkap Kejadian - Memberi Makna Hidup

0 Response to "Ibukota Kalimantan Barat Pindah ke Ambawang?"

Post a Comment